Membahas Semua Artikel berjudul "Kuliah Om Jas" Part 4

Hallo Semua pengunjung ArcadesIndo Games !
Kini saya akan membahas kembali sebuah artikel yang dibuat oleh Om Jasson Prestiliano.
Ini adalah artikel ke-4 yang saya bahas, jika ingin melihat artikel ke-1, ke-2 dan ke-3 silahkan klik link berikut :
Part 1 ~ Apa sih AIMA ?
Baiklah,pada artikel kali ini,saya akan membahas


Sebuah game yang diciptakan biasanya melalui kerjasama dua perusahaan terpisah yang disebut Developer (pengembang) dan Publisher (penerbit)Developer adalah pihak yang menciptakan sebuah game sedangkan Publisher mempromosikan dan memperdagangkan game tersebut, juga menyediakan customer service atau pelayanan bagi para gamer.
Seringkali, publisher dibutuhkan untuk memanufaktur dan mendistribusikan game yang dikembangkan oleh studio game yang independen atau yang hanya berfokus untuk membuat game. Tanpa publisher, banyak game studio sulit untuk merilis gamenya. Seperti layaknya seorang penulis buku, mereka belum tentu mencetak sendiri bukunya ribuan eksemplar, memasarkan sendiri dan mendistribusikan sendiri. Namun tentunya penulis membutuhkan penerbit buku untuk melakukan semuanya itu.
Kita ambil contoh BioWare, studio itu berfokus untuk membuat game dan segala sesuatu yang mendukung gamenya itu bisa dimainkan. Jadi, setelah itu mereka membawa produk jadi game yang telah mereka buat kepada publisher. Publisher akan mencatatkan namanya di dalam credits game, lalu mempersiapkan perencanaan pemasaran yang tepat untuk gamenya bersama-sama developer, lalu mulai mendistribusikan game tersebut sehingga BioWare dan semua orang di dalamnya mulai mendapatkan pembagian keuntungan dari hasil penjualan game tersebut dengan publishernya, sementara publisher bekerja memasarkan game mereka, mereka sedang berkonsentrasi membuat game yang baru.

Terdapat 4 macam Developer yang dibahas oleh om Jas, yaitu :
1. First Party Developer
sumber : emuparadise.me
Developer dalam kategori ini berada dalam perusahaan Publisher, sehingga baik pengembangan maupun pemasaran dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan atau studio yang sama. Jadi bisa dibilang pengembang merangkap penerbit, namun dalam skala yang besar. Kelebihan dari model developer ini, setiap game yang dibuat pasti akan terdistribusi dan terpasarkan dengan baik karena masih satu perusahaan namun beda divisi. Hanya saja biasanya skala perusahaan semacam ini harus benar-benar besar dan bonafid.

Contohnya: Mario Bros dan The Legend of Zelda diciptakan oleh Nintendo, dipublikasikan oleh Nintendo, dan dengan begitu hanya akan muncul di konsol Nintendo. Kita akan sulit memainkan kedua game tersebut pada perangkat lain, kecuali menggunakan emulator.
*Bonafid = dapat dipercaya dengan baik(sumber : Artikata.com)
*Emulator = lebih tepatnya piranti lunak emulator memungkinkan suatu program atau piranti lunak yang dibuat pada awalnya oleh suatu sistem komputer (arsitektur dan sistem operasi) dan untuk dijalankan dalam sistem itu (atau dijalankan dalam suatu sistem yang didedikasikan), dapat dijalankan dalam sistem komputer yang sama sekali berbeda(sumber : id.Wikipedia.org)

2. Second Party Developer 
Sumber : Duniaku.net
Developer jenis ini terpisah dari Publisher, namun mereka telah menandatangani kontrak untuk hanya memproduksi untuk salah satu Publisher, yang biasanya juga memegang sebuah konsol atau platform tertentu. Keunggulan dari pengembang jenis ini yaitu adanya kepastian rilis dan distribusi oleh sebuah publisher untuk berbagai game yang akan dibuat, namun jelas, kalau mau berpindah publisher tidaklah mudah dan harus melalui proses yang panjang.

Contohnya: Naughty Dog yang memproduksi Crash Bandicoot dan The Last of Us telah menandatangani kontrak dengan pihak Sony, maka kita tidak akan menemukan Crash Bandicoot maupun The Last of Us (setidaknya untuk awal perilisan) di PC, Xbox 360 maupun konsol Nintendo. Suatu saat Naughty Dog menandatangani kontrak dengan pihak lain, maka semua game dari Naughty Dog yang akan datang juga harus diterbitkan pada platform di mana publishernya berada.

3. Third Party Developer
sumber : moddb.com
Kebanyakan developer memiliki bentuk ini. Mereka membuat kontrak dengan Publisher per satu game dan biasanya bebas di-publish dalam berbagai platform. Dengan bentuk ini, developer bebas untuk menaruh game pada banyak platform. Karena kebebasan itulah yang menjadi incaran dari para developer jenis ini, hal tersebut menjadikan gamenya tidak eksklusif untuk salah satu platform.

Contohnya: Warthog membuat game Harry Potter untuk beragam konsol, untuk judul ini Warthog berkolaborasi dengan Electronic Arts yang terkenal handal dalam mendistribusikan game ke berbagai platform/konsol yang ada.

4. Independent Game Developer
sumber : thatgamecompany.com
Independent Game Developer adalah studio game yang relatif masih kecil dan tidak dimiliki oleh publisher tertentu.  Biasanya pemasaran dilakukan sendiri dengan menggunakan media sosial maupun viral marketing. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan salah satu publisher untuk menerbitkan gamenya. Kekuatan utama dari developer jenis ini adalah kebebasan dalam berkarya dan berekspresi, sayangnya kadangkala ada ketidakpastian dalam perilisan atau pemasarannya, karena bisa jadi sang developer belum menemukan publisher yang cocok untuk game terbarunya atau belum bisa memasarkannya.

Contoh: banyak sekali developer game di Indonesia masih menganut sistem ini. Jadi setiap game yang telah jadi kemudian berusaha dipasarkan dengan model dan cara yang berbeda-beda. Journey The Game juga termasuk salah satu hasil pengembang game indie.

Nih harapan om Jas setelah membaca artikel yang dibuat olehnya
Om Jas harap kita semakin mengerti tentang proses distribusi pada sebuah game, sehingga kita bisa menentukan apabila akan menjadi seorang yang akan terjun dalam industri game, jenis developer mana yang paling cocok buat kita, atau mungkin saja kita cocok menjadi publisher game. Semoga kuliah kali ini bermanfaat dan menambah wawasan dan pengetahuan kita semua, tunggu kuliah Om Jas berikutnya. 


Sekian Pembahasan ulang mengenai " Publisher dan Developer Game "
Jika ada kekurangan/kesalahan kata harap dimaafkan, Ditunggu pembahasan berikutnyaa yaa..!!

Terimakasih kepada,
Om Jasson Prestiliano yang sudah memberikan ilmu yang sangat berguna bagi para pembuat game.
&
Terimakasih kepada "Duniaku Network"

Salam hormat,
Daniel William

Dengan latar belakang hobi saya untuk menulis, saya dapat menyumbangkan keahlian saya dalam menulis artikel berupa informasi dan edukasi agar semua orang dapat memahami pentingnya edukasi dan informasi bagi mereka. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Jika ada gambar yang tidak muncul ataupun ada update terbaru mengenai game yang bersangkutan, silahkan beritahu kami melalui email arcadesindo@gmail.com, ataupun melalui kolom komentar. Terima kasih banyak :)